storyteller

Incendies

Incendies8

Sutradara: Denis Villeneuve
Produser: Luc Déry
Penulis naskah: Denis Villeneuve, Wajdi Mouawad
Rilis: 12 Januari 2011
Genre: Drama, Misteri, Perang
Durasi: 130 menit

Pemain:
Lubna Azabal (Nawal Marwan)
Mélissa Désormeaux-Poulin (Jeanne Marwan)
Maxim Gaudette (Simon Marwan)
Rémy Girard (Jean Lebel)
Abdelghafour Elaaziz (Abu Tarek)

Setelah kematian ibunya yang menderita stroke, sepasang anak kembar—Jeane Marwan dan Simon Marwan—baru mengetahui bahwa mereka memiliki seorang kakak laki-laki dan bahwa ayah kandung mereka masih hidup. Dalam surat wasiatnya, Nawal Marwan meminta Jean dan Simon mencari kakak dan ayah mereka serta menyerahkan masing-masing sebuah surat yang ditulis sendiri olehnya. Berbeda dengan Jean, Simon tidak mempercayai isi surat wasiat ibunya. Terlebih ibunya minta dirinya dikuburkan dalam keadaan telungkup dan telanjang tanpa peti mati serta tanpa batu nisan.

Tanpa ditemani Simon, dari Kanada, Jean berangkat sendirian menuju Timur Tengah menelusuri jejak masa lampau ibunya untuk mencari keberadaan ayah dan kakaknya. Di sini tak disebutkan dengan pasti di daerah manakah seting film ini, tapi saya menduga kuat kisah ini dirangkai saat Perang Sipil di Lebanon. Dari sinilah cerita dimulai. Melalui pencarian Jean, kita diajak mengikuti kisah pahit Nawal Marwan yang melalui hidupnya di tengah peperangan hingga dia harus terpisah dari anaknya.

Nawal, seorang Kristiani, menjalin hubungan asmara dengan Wahab, seorang pengungsi (mungkin seorang pengungsi Palestina) di Libanon. Wahab mati ditembak saudara lelaki Nawal saat pasangan beda keyakinan ini mencoba melarikan diri. Saat dicecar neneknya, Nawal mengaku bahwa dia sedang mengandung bayi Wahab. Sang nenek yang cemas aib itu terkuak, kemudian sengaja merahasiakan kehamilan itu untuk menyelamatkan muka keluarga mereka. Setelah sang bayi lahir, sang nenek memberi tanda tiga tusukan jarum pada tumit kanan sang bayi, dan bayi tak bernama itu kemudian dibawa pergi.

Setelah melahirkan, Nawal pindah ke Daresh (sebuah kota fiksi), tinggal bersama pamannya, dan melanjutkan sekolahnya di sana. Saat Perang Sipil Libanon pecah, Nawal yang kemudian menjadi aktivis anti-perang, kembali ke desa asalnya untuk mencari anak lelakinya. Tapi panti asuhan tempat anak lelakinya selama ini tinggal, telah dihancurkan milisi bersenjata. Dari seorang lelaki tua yang sedang menunggui reruntuhan bekas panti asuhan, Nawal mendapat informasi bahwa seluruh penghuni panti telah diungsikan ke sebuah kamp.

Dalam perjalanan ke kamp, bus yang ditumpangi Nawal dihadang milisi Kristen bersenjata. Bus dan seluruh penumpang Muslim yang ada di dalamnya dibakar hidup-hidup. Nawal berhasil lolos dari maut setelah menunjukkan kalung salibnya, tapi kejadian itu membuatnya trauma dan membenci perang. Dendamnya itu membuat Nawal bergabung dengan kelompok pemberontak bersenjata. Dia kemudian disusupkan dalam sebuah misi untuk membunuh pemimpin Kristen terkemuka dan mengeksekusinya. Meskipun misinya sukses, Nawal tertangkap dan dihukum penjara selama 13 tahun. Di penjara ini, Nawal dikenal dengan sebutan “Wanita yang Menyanyi”, karena Nawal menyanyi sepanjang waktu untuk mengurangi rasa sakit yang diterimanya setiap kali mendapat siksaan.

Di penjara inilah dia diperkosa oleh algojo bernama Abu Tareq. Nawal hamil dan melahirkan bayi kembar di penjara. Perawat yang membantu kelahiran bayi kembar itu, diam-diam merawat kedua bayi itu dan menyerahkan mereka kembali pada sang ibu saat perempuan itu sudah dibebaskan. Nawal dan kedua anaknya kemudian pindah ke Kanada.

Bertahun-tahun setelah kejadian mengenaskan itu, Jean sedikit demi sedikit menemukan kepingan puzzle masa lalu ibunya yang selama ini kelam pekat. Jean menemukan keluarga besar ibunya, yang menolak bicara tentang Nawal karena aib masa lalu yang masih berbekas meski telah berlalu puluhan tahun. Jean juga mendatangi penjara tempat ibunya pernah dikurung dan menggali kepingan puzzle lainnya dari mantan sipir yang pernah bekerja di sana.

Di Kanada, Simon akhirnya bersedia menyusul saudari kembarnya ke Timur Tengah setelah dibujuk Jean Lebel, pengacara ibunya. Setelah perjalanan panjang dan pencarian berliku, akhirnya, mereka berhasil bertemu dengan perawat penjara yang pernah membantu ibunya melahirkan. Perempuan renta itu mengatakan bahwa anak yang dilahirkan Nawal adalah sepasang bayi kembar. Saat itulah Jean dan Simon sadar, bahwa anak kembar yang dilahirkan ibu mereka di penjara adalah mereka sendiri.

Hantaman bahwa mereka adalah anak seorang algojo penjara masih bisa mereka terima. Tapi ada hantaman yang lebih besar yang membuat keduanya shock. Pengacara setempat, yang membantu mencari saudara tiri mereka, menemukan bahwa kakak mereka yang sudah lama hilang itu bernama Nihad. Mereka juga berhasil bertemu panglima perang yang dulu merebut panti asuhan di mana Nihad pernah tinggal. Sang panglima peranglah yang dulu mendidik Nihad menjadi seorang prajurit. Tapi dia sempat kehilangan jejak Nihad sampai akhirnya dia mendengar bahwa Nihad telah menjadi seorang algojo di sebuah penjara, yang ternyata penjara di mana Nawal Marwan, pernah dibui dan diperkosa. Saat bekerja di penjara, Nihad mengganti namanya menjadi Abu Tareq. Inilah hantaman kedua itu: Nihad alis Abu Tareq adalah saudara tiri Jean dan Simon, yang sekaligus ayah kandung mereka!

“Incendies” adalah film Kanada produksi tahun 2010 yang ditulis dan disutradarai oleh Denis Villeneuve. Diputar pertama kali di Venice and Toronto Film Festival pada bulan September 2010 dan dirilis di Quebec, Kanada pada 17 September 2010. Pada tahun 2011, “Incendies” dinominasikan menerima Academy Award untuk Film Berbahasa Asing Terbaik. Film ini memenangkan delapan penghargaan pada Genie Award Ke-31, untuk kategori Best Motion Picture, Aktris Terbaik (Lubna Azabal), Sutradara Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, Sinematografi, Editing, Overall Sound and Sound Editing. Selain itu, film panjang berdurasi 130 menit ini memenangkan The Best Feature Film pada Festival Film Adelaide 2011.

Film ini menggabungkan masa lalu Nawal Marwan dan masa kini yang sedang dilalui Jean dan Simon dalam satu plot cerita dengan penceritaan alur maju-mundur. Pelan tapi pasti “Incendies” membangun pusaran demi pusaran yang begitu solid sampai pada klimaksnya kita dihadapkan pada pusaran angin puyuh terakhir yang mencengangkan namun begitu masuk akal.

Meski garis waktu cerita dari masa lalu Nawal Marwan saling berjauhan, namun setiap momen yang ditampilkan mampu mewakili penjelasan cerita secara gamblang, jelas dan mudah dimengerti.

Saya menonton film ini dua kali. Dua kali mengikuti kisah mengharukan ini, saya bisa membayangkan apa yang kemudian dirasakan oleh Jeanne dan Simon, begitu semua rahasia masa lalu ibu mereka—yang juga pintu rahasia mereka—terkuak.[]

About these ads

2 Responses to “Incendies”

  1. Harsoyo Lee

    saran saya, kalo mau review film, agar menjaga spoiler, kerahasiaan, kejutan dan twist2nya. sehingga yang membaca juga penasaran dan saat menontonnya juga shock dan asyik menikmatinya.

    Like this

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 127 other followers

%d bloggers like this: