storyteller

Paru-Paru Dunia

Paru Paru Dunia

Indonesia dan hutan Amazon di Amerika Selatan adalah paru-paru dunia. Dua wilayah ini adalah pembentuk awan paling aktif dan sebagai pusat iklim global. Kedua paru-paru dunia ini mampu menyerap gas karbondioksida (CO2) sampai 2,5 kg per meter kubik pertahun. Kerusakan lingkungan di kawasan ini dapat mengganggu iklim makro.

Namun, luas paru-paru dunia di Indonesia itu setiap tahun terus berkurang. Bahkan laju pengurangan luas hutan tersebut saat ini mencapai 2 juta hektar per tahun. Angka tersebut jauh di atas tahun-tahun sebelumnya. Angka deforestri yang selama ini dakui oleh berbagai pihak dan masih diterima berkisar antara 0,6 – 1,3 juta hektar/tahun. Sedangkan angka di Indonesia jauh lebih tinggi dari ambang batas itu.

Karena itulah, saat ini kondisi kawasan hutan di Indonesia mengalami kerusakan sangat parah. Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, luas areal hutan di Indonesia menurun dari 162 juta hektar tinggal menjadi 98 juta hektar saja. Hari ini bahkan, setiap jam, hutan di Kalimantan berkurang seluas enam kali luas lapangan bola.

Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, di antaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan.

Dengan semakin berkurangnya tutupan hutan Indonesia, maka sebagian besar kawasan Indonesia telah menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana, baik bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Selain itu, kita juga akan kehilangan beragam hewan dan tumbuhan yang selama ini menjadi kebanggaan kita. Seiring meningkatnya kerusakan hutan Indonesia, tingkat kemiskinan rakyat Indonesia yang hidup berdampingan dengan hutan juga semakin tingginya. Data BPS periode 2000-2005 menunjukkan, dari 229,9 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 48,8 juta atau 12 persen tinggal di dalam dan di sekitar kawasan hutan, dengan 10,2 juta jiwa di antaranya atau 25 persennya masuk dalam kategori miskin.

Selain kehilangan sumber penghidupan, lingkungan kehidupan mereka pun berubah, sumber air berkurang, longsor dan banjir di musim penghujan juga meningkat, kekeringan dan kelaparan di musim kemarau terjadi di berbagai tempat sekitar hutan. Secara global, deforestrasi berkontribusi sebesar 20% terhadap perubahan iklim.

Untuk menghentikan kerusakan hutan di Indonesia, maka pemerintah harus mulai serius untuk tidak lagi mengeluarkan izin-izin baru pengusahaan hutan, pemanfaatan kayu maupun perkebunan, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku ekspor kayu bulat dan bahan baku serpih. Pemerintah juga harus melakukan uji menyeluruh terhadap kinerja industri kehutanan dan melakukan penegakan hukum bagi industri yang bermasalah. Setelah tahapan ini, perlu dilakukan penataan kembali kawasan hutan yang rusak dan juga menangani dampak sosial akibat penghentian penebangan hutan, misalkan dengan mempekerjakan pekerja industri kehutanan dalam proyek penanaman pohon.

Setiap individu masyarakat dapat membantu dengan memulai menanam pohon untuk kebutuhan di masa datang, memanfaatkan kayu dengan bijak dan tidak lagi membeli kayu-kayu hasil penebangan yang merusak hutan. Semoga, paru-paru dunia yang kita miliki ini masih bisa diselamatkan.[]

Republika, 12 Februari 2010

About these ads

2 Responses to “Paru-Paru Dunia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 127 other followers

%d bloggers like this: