5 centimeter 608x400

5 Cm Per Second

KETIKA membaca judul film ini pertama kali, saya penasaran kenapa film animasi Jepang ini diberi judul “5 Centimeters Per Second”. Ternyata itu adalah kecepatan jatuh bunga Sakura ke tanah; 5 sentimeter per detik. Lantas, apa hubungan kecepatan jatuh bunga Sakura dengan cerita dalam film ini? Ah, itu kan hanya judul, terlalu pentingkah mencari kaitannya dengan cerita film?

Film produksi tahun 2007 arahan sutradara Makoto Shinkai ini dibuat berdasarkan kehidupan tokoh nyata bernama Takaki Tono, sejak Takaki sekolah SD di awal 1990-an sampai dia dewasa di zaman modern Tokyo, yang dikemas dalam tiga segmen yang saling berhubungan. Film ini memenangkan Platinum Lancia Grand Prize untuk film animasi terbaik atau efek khusus pada Future Film Festival and Best Animated Feature Film pada Asia Pacific Screen Awards 2007. Film ini pun telah dibukukan, ditulis sendiri oleh Shinkai, dan juga diterbitkan dalam bentuk manga. “5 Centimeters Per Second” diputar sebagai film pembuka di Seoul International Cartoon and Animation Festival 2007.

Film anime ini dibagi tiga babak, masing-masing dibawakan narator yang membawakan cerita mengenai perjalanan hidup Takaki, terutama tentang hubungannya dengan dua perempuan bernama Shinohara Akari dan Sumida Kanae.

Saat SD, Takaki dan Akari adalah sahabat satu kelas di sebuah SD di Tokyo. Banyaknya kesamaan membuat hubungan mereka berdua lebih dekat daripada siswa lainnya. Namun pada usia 13 tahun, Akari pindah sekolah mengikuti orang tuanya ke daerah Tochigi yang jaraknya lumayan jauh dari Tokyo. Saat naik kelas dua SMU, giliran Takaki yang pindah ke daerah Kagoshima, sehingga Takaki memutuskan untuk mengunjungi dan bertemu Akari.

Babak kedua film ini bercerita saat Takaki duduk di kelas 3 SMU di daerah Kagoshima. Di sini Takaki bertemu seorang gadis teman sekelas yang diam-diam menyukai Takaki. Nama gadis itu Akane. Tapi cinta Akane tak berbalas, karena ternyata Takaki selalu membawa kenangan masa kecilnya bersama Akari ke mana pun dia pergi.

Di babak terakhir, Takaki telah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan. Babak terakhir ini bercerita tentang Takaki yang masih belum dapat melepaskan dirinya dari bayangan masa lalunya bersama Akari, padahal di saat yang sama Akari sendiri sudah bertunangan dengan lelaki lain.

Selain cerita dan scene-scene yang menarik, saya juga sangat menyukai lagu tema film ini. Lagu balad berjudul “One More Time, One More Chance” ini dinyanyikan penyanyi Jepang Masayoshi Yamazaki. Lagu ini benar-benar membuat saya merasa kelabu, sebagaimana cerita filmnya.

Coba saja Anda resapi setiap baris lirik lagunya (versi Inggris-nya) di bawah ini:

If I lose any more than this, will my heart be forgiven
How much pain before I can see you again
One more time, please don’t change the season
One more time to the time when we fool around

When our path cross each other, I am always the first to turn
Making me indulge more in my selfish way
One more chance tripped by memories
One more chance we cannot choose our next place

I am always searching somewhere for you
Opposite of the house, the other side of the alley’s window
Even though I know you won’t be here
If my wish is to be granted, please bring me to you right now
Betting and embracing everything
To show you there’s nothing else I can do

Anybody should be fine if it was just to ease loneliness
Because the stars in the night sky seems like falling, I cant lie to myself
One more time, please dont’ change the season
One more time to the time when we fool around

I am always searching somewhere for you
Even at the intersection and dream
Even though I know you won’t be here
If miracle was to happen, I want to show it to you right now
A new morning, myself
and the “I love you” which I couldn’t say

Summer’s memory is revolving
The sudden disappearance of heart beat

I am always searching somewhere for you
At dawn’s town, At Sakuragi street
Even though I know you won’t come here
If my wish is to be granted, please bring me to you right now
Betting and embracing everything
To show you there’s nothing else I can do

I am always searching somewhere for your fragment
At the destination’s shop, At the corner of the newspaper
Even though I know you won’t be there
If miracle was to happen, I want to show it to you right now
A new morning, myself
And the “I love you” which I couldn’t say

I always end up looking somewhere for your smile
At the railway crossing of the fast pace town
Even though I know you won’t be here
If life can be repeated, I’ll go to you many times over
There’s nothing else that I want
Nothing else is more important than you.

Merasa belum cukup mengaduk-aduk hati penonton dengan lagu di atas, film ini lalu ditutup dengan alunan piano yang tak kalah mendungnya:

Yang ingin nonton, bisa di sini.[]

2 thoughts on “5 Cm Per Second

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *