AFI 2013_20131104_200431

Malam Anugerah Film yang Biasa-Biasa Saja

SAYA dan Ilma Fathnurfirda sudah sampai di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa menit sebelum pukul 18.30 WIB, Senin (4/11) kemarin itu. Di undangan tertera acara dimulai jam segitu. Saya bertemu Ilma di tempar parkir, persis di samping mesin genset yang mensuplai listrik ke panggung dan seluruh tempat acara. Selain saya, ada dua teman lainnya yang juga diundang dalam acara bertajuk Malam Anugerah Apresiasi Film Indonesia 2013 (AFI 2013), tapi mereka belum kelihatan batang hidungnya.

“Acaranya di sini?” tanya saya pada Ilma.
“Iya,” sahut Ilma. “Emang kenapa?”
“Kirain di gedung. Kok mirip acara kawinan, ya?” kata saya lagi. Ilma cuma tersenyum.

Undangan AFI 20131106_072127

Melihat lokasi acara masih sepi dan parkiran mobil hanya berisi belasan mobil, saya langsung berpikir sepertinya saya keliru memasang ekspektasi saya tentang acara ini. Ada sebuah panggung utama, yang dalam hitungan saya agak kecil dari yang seharusnya. Di depannya ada sebuah tenda putih yang juga tak terlalu besar, yang berisi jejeran kursi, paling-paling hanya bisa menampung 150 orang, setara dengan tiga buah bus besar yang diparkir berdampingan. Lalu, di belakang tenda besar itu, ada beberapa tenda kecil, yang di dalamnya ada meja dan kursi, yang sepertinya disediakan untuk tempat makan tamu VIP dan VVIP. Lalu ada tenda-tenda berisi jenis-jenis makanan untuk makan malam para undangan. Lalu ada sebuah tenda ukuran kecil juga yang dipakai sebagai ruang pameran napak tilas perfilman Indonesia sejak zamannya Asrul Sani, Sukarno M. Noor, dan lain-lain. Yang paling mengejutkan saya adalah toiletnya. Ya, toiletnya, Saudara-saudara! Kalau Anda pernah tahu toilet portabel, ya, toilet seperti itulah yang disediakan panitia.

Menjelang pukul tujuh, wajah-wajah familiar mulai kelihatan. Slamet Rahardjo, Deddy Mizwar, Riri Riza, Erwin Arnada, para juri AFI 2013, dan para pejabat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, tuan rumah ajang ini.

Saya dan Ilma berkeliling mencari-cari jajanan untuk mengisi perut. Saya makan sate Padang (“Pak, ini asli Padang nggak satenya?”) dan Ilma milih siomay. Masih saja sepi. Begitu panitia mulai manggil-manggil para tamu karena acara akan dimulai pun, kami memasuki tenda yang masih kosong. Bahkan sampai acara akan berakhir, masih banyak kursi yang tak ditempati.

Acara dipandu Dik Doank dan Terry Putri dan seluruh musik disuplai oleh Purwacaraka Orkestra dan disiarkan live oleh Stasiun Kesayangan Kita Bersama, TVRI. Keseluruhan performance terasa biasa-biasa saja, kecuali monolog segar Butet Kartaredjasa yang mungkin membuat kuping para petinggi Depdikbud panas. Dan ada satu kejadian–kalau tak mau disebut insiden–saat salah seorang filmaker yang menerima anugerah kategori anu memasukkan piala yang dia terima ke dalam kantong kresek dan menentengnya seperti baru membeli gorengan di pinggir jalan. Haha. Ada-ada saja.

Begitu Mas Butet selesai monolog, saya merasa lapar. Sambil berencana sekalian pulang, saya mengajak Ilma makan. Saya milih gudeg Jogja yang lumayan enak, tapi begitu selesai makan, saya tidak menemukan satu gelas pun air putih. Pas seorang mas-mas yang tampaknya orang katering lewat saya nanya, “Mas, air putihnya masih ada nggak?” dia menjawab, “Sebentar ya, Pak, lagi diambil.” Untungnya saya tidak sendirian. Ada beberapa orang lagi yang setelah makan tampak kesal karena tak ada air putih. Sampai saya pulang, air putih yang saya minta tidak kunjung datang. Saya baru bisa minum ketika sudah di mobil dalam perjalanan pulang.

Buat yang penasaran siapa saja Penerima Penghargaan Apresiasi Film Indonesia 2013, berikut daftarnya:

Apresiasi Film Bioskop: “Atambua 39 Derajat Celcius”
Apresiasi Film Independen Umum: “Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya” (Yosep Anggi Noen)
Apresiasi Film Dokumenter: “Denok & Gareng” (Sutradara : Dwi Sujanti Nugraheni)
Apresiasi Film Pendek : “Halaman Belakang” (Sutradara : Yusuf Radjamuda)
Apresiasi Film Adi Karya : “Apa Jang Kau Tjari, Palupi?” (Sutradara : Asrul Sani)
Apresiasi Adi Insani : Garin Nugroho
Apresiasi Sutradara Perdana : Yosep Anggi Noen (“Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya”)
Apresiasi Komunitas: Cinema Lovers Community (Purbalingga)
Apresiasi Poster Film Bioskop: “5 CM.”
Apresiasi Media Cetak : Tabloid Bintang Indonesia
Apresiasi Media Non Cetak : http://www.filmindonesia.or.id
Apresiasi Lembaga Pendidikan : Institut Kesenian Jakarta
Apresiasi Festival Film : HelloFest
Penghargaan Khusus Dewan Juri: “Langka Receh” (Eka Sulistiawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *