The Pursuit of Happyness

Judul: The Pursuit of Happyness
Sutradara: Gabriele Muccino
Penulis naskah: Steve Conrad
Pemain: Will Smith, Thandie Newton, Jaden Smith
Genre: Biografi, Drama

Buat yang sedang patah semangat menghadapi cobaan hidup, saya anjurkan nonton film ini. Film ini diangkat dari kisah nyata. Jadi kloplah sebagai pemicu motivasi.

Tahun 1981, seorang pria bernama Chris Gardner (Will Smith), menghadapi banyak badai. Dia bekerja sebagai salesman alat peralatan kesehatan yang disebut medical bone density scanner. Rezekinya tampaknya kurang baik dari pekerjaan itu. Setiap berhasil memasarkan satu scanner, dia dibayar 250 dolar. Itu jelas tak cukup, karena kalau sedang apes, alat itu tak ada yang membeli.

Chris hidup bersama istri dan putra tunggal mereka, Christopher (Jaden Smith) yang saat itu masih TK. Di tengah kesulitan hidup itu, Chris mencoba mengikuti sebuah internship untuk menjadi stockbroker di sebuah perusahaan.

Ketika itulah cobaan mulai menimpa hidup Chris. Dia diusir dari apartemen karena tidak bisa membayar uang sewa. Scanner yang dijajakannya tidak kunjung laku, dan beberapa kali coba dicuri orang. Beberapa kali dia tidak keburu menjemput Christopher ke sekolah, dan ini membuat istrinya marah, dan puncaknya, pergi meninggalkan Chris.

Kalau sedang punya uang Chris menginap di penginapan murah meriah bersama anaknya. Tapi kalau sedang boke, mereka ikut antre mendapatkan kamar dari dinas sosial kota, bersaing dengan ratusan gelandangan lainnya.

Ada adegan yang menyayat hati saat Chris dan Christopher terpaksa tidur di kamar mandi subway. Chris mengunci pintu dari dalam, dan sempat panik ketika ada orang yang menggedor-gedor pintu dari luar. Saat itulah, Chris yang tegar ini meneteskan air mata, sembari tangannya mengusap-usap kepala putranya.

Ini cerita tentang mengejar mimpi. Cerita tentang mengejar kebahagiaan. Dalam falsafah hidup Chris, semuanya harus diupayakan. Kalau kaupunya mimpi, pegang mimpi itu sekuatmu. Jangan lepaskan, sampai mimpi itu benar-benar jadi kenyataan.

Begitu masa internship berakhir, Chris menerima hadiah pertama dari perjuangannya. Dia diterima menjadi stockbroker diperusahaan tersebut.

Beberapa tahun kemudian Chris menjadi jutawan dari pekerjaannya itu dan mendirikan perusahaan sendiri.[]

Sumber: The Pursuit of Happyness